![]() |
| Kondisi Lampu Penerangan Jalan di Jalur Nasional Pesisir Bengkayang |
πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Kondisi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam di sepanjang jalan nasional wilayah pesisir Kabupaten Bengkayang memicu keresahan warga. Karena merasa aspirasinya menemui jalan buntu di tingkat kabupaten, seorang warga Desa Karimunting, Reza Satriadi, akhirnya nekat melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Singkawang melalui akun Facebook miliknya. Sabtu, 20 Desember 2025
Dalam unggahannya, Reza mengungkapkan bahwa kerusakan lampu jalan di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan Kecamatan Sungai Raya sudah berlangsung lama dan sangat membahayakan pengguna jalan pada malam hari.
Upaya Terakhir karena Kecewa, Reza menyadari bahwa secara administratif, wilayah tersebut bukan merupakan wewenang Pemerintah Kota Singkawang. Namun, ia mengaku langkah ini adalah bentuk keputusasaan sekaligus upaya terakhirnya.
"Mungkin Bapak/Ibu bertanya mengapa surat ini saya sampaikan kepada Dinas Perhubungan Kota Singkawang? Langkah ini saya ambil karena saya sudah tidak mengetahui lagi harus meminta bantuan kepada siapa," tulis Reza dalam surat terbukanya.
Ia membeberkan bahwa sebelumnya ia telah melakukan berbagai upaya formal, mulai dari mengadu ke Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkayang hingga mengikuti forum hearing (dengar pendapat) bersama DPRD Kabupaten Bengkayang. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan nyata di lapangan.
Dengan alasan Kemanusiaan dan Keselamatan warga setempat Mengingat arus lalu lintas yang diprediksi akan meningkat tajam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Reza khawatir minimnya penerangan akan meningkatkan potensi kecelakaan fatal. Ia berharap Dishub Kota Singkawang dapat membantu, setidaknya melalui koordinasi antarwilayah.
"Saya sepenuhnya menyadari bahwa perbaikan lampu jalan di wilayah kami bukan kewenangan Pemerintah Kota Singkawang. Namun, saya memberanikan diri menulis surat ini semata-mata dari sudut pandang kemanusiaan," tambahnya.
Surat terbuka tersebut juga ditembuskan kepada Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan (catatan: dalam surat tertulis Bapak Muhammadin), dengan harapan ada "jembatan koordinasi" yang bisa mendesak perbaikan lampu jalan tersebut demi keselamatan nyawa masyarakat pesisir Bengkayang.
Harapan warga pesisir Kabupaten Bengkayang untuk mendapatkan bantuan perbaikan lampu jalan dari Pemerintah Kota Singkawang nampaknya menemui tembok administratif. Hal ini menyusul tanggapan resmi dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Singkawang terkait surat terbuka yang viral di media sosial.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto, S.T., M.T., memberikan pernyataan singkat saat dikonfirmasi mengenai aspirasi Reza Satriadi, warga Desa Karimunting yang meminta bantuan koordinasi terkait gelapnya jalan nasional di wilayah pesisir.
Melalui pesan singkat WhatsApp pada pukul 19:00 WIB, Eko Susanto menegaskan bahwa lokasi yang dikeluhkan oleh warga tersebut berada di luar yurisdiksi atau kewenangan pemerintahannya.
"Jika dilihat laporannya di lokasi Kabupaten Bengkayang, jadi bukan wilayah kami di Singkawang, terima kasih," ujar Eko Susanto singkat menanggapi keluhan tersebut.
Pernyataan ini mempertegas batasan kewenangan pengelolaan fasilitas publik, di mana lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bengkayang atau instansi terkait di tingkat provinsi/nasional untuk jalan negara.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan sinyal positif terkait penanganan berbagai keluhan masyarakat mengenai fasilitas transportasi dan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkayang, Francisca Chyntia Ento, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyusun langkah-langkah strategis untuk menjawab aspirasi warga yang telah lama dinantikan. Meski anggaran dan perencanaan teknis membutuhkan proses, ia optimis perubahan signifikan akan mulai dirasakan dalam waktu dekat.
"Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa terjawab keluhannya," ujar Francisca dalam tanggapan resminya pada pukul 21:56
Rep. Latip Ibrahim


