![]() |
| Photo Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, dengan latar Resevoir SPAM di Kecamatan Lembah Bawang |
πππ‘ππππ¬ππ‘π,
π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π²
– Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang,
Martin Pones, mengungkapkan fakta sebenarnya di balik pembangunan sistem
penyediaan air bersih di Kecamatan Lembah Bawang. Ia menanggapi pemberitaan di
beberapa media yang Menyebutkan berbagai isu terkait proyek pembangunan
jaringan perpipaan dan sambungan rumah di Desa Gudang Damar dan Desa Papan
Uduk. Dalam wawancara khusus di ruang kerjanya pada Rabu, (24/12/2025).
Martin Pones menegaskan pentingnya meluruskan informasi agar
tidak terjadi opini liar di tengah masyarakat, khususnya mengenai pengerjaan
jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) di Desa Gudang Damar dan Desa Papan
Uduk Kecamatan Lembah Bawang. Ia menyatakan bahwa Dinas PUPR menyambut baik
fungsi kontrol sosial dari media, namun perlu adanya sudut pandang teknis yang
komprehensif mengenai kondisi di lapangan.
"Menanggapi pemberitaan di beberapa media daring
terkait pelaksanaan proyek SPAM jaringan perpipaan dan sambungan rumah di Desa
Gudang Damar dan Desa Papan Uduk, kami merasa perlu menyampaikan klarifikasi
resmi. Hal ini demi memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat dan
menghindari opini yang tidak berdasar," ujar Martin Pones.
Pihak Dinas PUPR mengakui bahwa wilayah Kecamatan Lembah
Bawang memiliki karakteristik geografis yang menantang. Hal ini menjadi faktor
utama dalam dinamika pelaksanaan proyek di lapangan.
![]() |
| Situasi Intake SPAM, dan Pekerjaan Proses Pemasangan Pipa |
Medan yang berat di wilayah perbukitan seringkali menghambat
mobilisasi material dan proses penanaman pipa, meskipun menghadapi tantangan
alam, Dinas PUPR berkomitmen untuk memastikan setiap sambungan rumah (SR)
berfungsi sesuai standar teknis agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,
dan pihak dinas terus melakukan pengawasan ketat terhadap kontraktor pelaksana
guna menjamin kualitas pekerjaan sesuai dengan kontrak yang disepakati.
Selain menjelaskan tantangan teknis di lapangan, Kepala
Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, juga menggarisbawahi bahwa
proyek SPAM di Kecamatan Lembah Bawang ini berada di bawah pengawasan ketat dan
prosedur hukum yang sangat disiplin. Mengingat statusnya sebagai proyek vital,
Dinas PUPR memastikan tidak ada celah prosedur yang terlewati.
Martin menegaskan bahwa setiap tahapan pengadaan barang dan
jasa telah dilakukan secara transparan. Ia merinci bahwa proyek ini merupakan
bagian dari Proyek Strategis Daerah (PSD), yang berarti akuntabilitasnya
dipantau langsung oleh lembaga negara terkait.
“Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang menegaskan bahwa seluruh
proses pekerjaan telah dijalankan sesuai prosedur, peraturan, dan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Terlebih lagi, kegiatan SPAM ini adalah proyek strategis daerah,” tegas Martin.
Seluruh progres dan administrasi kegiatan dilaporkan secara
berkala dalam sistem Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), dan melibatkan Inspektorat Kabupaten Bengkayang
sejak dini untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan mencegah
penyimpangan, kemudian sebagai bagian dari Proyek Strategis Daerah, dinas
secara khusus meminta pendampingan dan pengawalan dari Kejaksaan Negeri
Bengkayang.
“Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa secara
administratif maupun fisik di lapangan, semuanya bisa dipertanggungjawabkan.
Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada pengawasan dari Inspektorat hingga
Kejaksaan yang melekat dalam proyek ini,” tambahnya.
Menanggapi keraguan yang beredar di media sosial, Martin
Pones juga membeberkan data capaian fisik terkini dari proyek SPAM tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan terakhir, infrastruktur utama dipastikan
sudah rampung dan telah masuk dalam tahap operasional.
Ia menegaskan bahwa secara teknis, sistem distribusi air
sudah berjalan sesuai rencana dan saat ini masyarakat di Desa Gudang Damar
serta Desa Papan Uduk sudah mulai merasakan manfaatnya.
“Progres fisik per tanggal 19 Desember telah mencapai 100%
fungsional. Bangunan intake dan reservoar telah selesai dibuat dan berfungsi
optimal. Nanti dokumentasinya akan kami sampaikan secara terbuka. Saat ini, air
telah mengalir sampai ke sambungan rumah (SR) warga penerima manfaat,” terang
Martin Pones.
![]() |
| Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, Bersama Tim, dan Perangkat Desa Tengah Memastikan Aliran Air Sudah Sampai SR |
Selain masalah fisik bangunan, Martin juga mengklarifikasi
mengenai sasaran penerima bantuan sambungan rumah. Ia menjelaskan bahwa
penetapan warga penerima manfaat tidak dilakukan secara sepihak oleh Dinas
PUPR, melainkan melalui proses usulan dari tingkat desa yang sangat ketat.
Hal ini dilakukan agar program tersebut tepat sasaran dan
menjadi dasar yang kuat dalam pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada
pemerintah pusat.
“Penerima manfaat ini adalah dasar kami mengusulkan untuk
DAK, dan itu diusulkan langsung oleh Kepala Desa secara by name by address.
Jadi, data warga yang mendapatkan manfaat itu memang data fix yang kami
dapatkan langsung dari Kepala Desa,” tambahnya.
Menutup sesi wawancara, Martin Pones secara tegas menepis
anggapan bahwa pembangunan intake dan infrastruktur pendukungnya dilakukan
secara serampangan atau "asal jadi". Ia memastikan bahwa sebelum
dilakukan serah terima hasil pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO),
seluruh sistem telah melalui serangkaian pengujian teknis yang ketat sesuai
standar teknik sipil.
Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa jaringan pipa mampu
menahan beban distribusi air dalam jangka panjang dan sesuai dengan spesifikasi
perencanaan awal.
“Kualitas teknis telah dilakukan uji tekan (pressure test)
dan pengetesan teknis lainnya sebelum proses PHO. Jadi, kami melakukan
pemeriksaan mendalam, mulai dari kekuatan tekan dan segala macamnya untuk
memastikan apakah sudah sesuai dengan perencanaan kita. Bahwasanya tuduhan
intake dibuat asal jadi adalah tidak benar,” tegas Martin.
Terkait adanya isu mengenai penggunaan material lama di
lokasi proyek, Martin memberikan penjelasan teknis untuk meluruskan persepsi
masyarakat. Ia menyebutkan bahwa keberadaan material tersebut bukanlah bagian
dari kegagalan proyek baru, melainkan sisa infrastruktur lama yang memang sudah
ada di lokasi tersebut sebelumnya.
“Memang di area intake itu ada beberapa pipa lama, terutama
pipa GIP (Galvanis) kalau tidak salah, yang memang sudah tidak berfungsi dan
bukan merupakan bagian dari unit kegiatan kita yang sekarang,” jelasnya, sambil
menutup wawancara nya
Rep. Latip Ibrahim




