Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Tanggapi Pemberitaan Media, Kadis PUPR Bengkayang Ungkap Fakta dan Progres Pembangunan SPAM di Lembah Bawang

Kamis, 25 Desember 2025 | Desember 25, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-25T16:22:20Z

 

Photo Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, dengan latar Resevoir SPAM di Kecamatan Lembah Bawang


π—•π—˜π—‘π—šπ—žπ—”π—¬π—”π—‘π—š, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲 – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, mengungkapkan fakta sebenarnya di balik pembangunan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Lembah Bawang. Ia menanggapi pemberitaan di beberapa media yang Menyebutkan berbagai isu terkait proyek pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah di Desa Gudang Damar dan Desa Papan Uduk. Dalam wawancara khusus di ruang kerjanya pada Rabu, (24/12/2025).

 

Martin Pones menegaskan pentingnya meluruskan informasi agar tidak terjadi opini liar di tengah masyarakat, khususnya mengenai pengerjaan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) di Desa Gudang Damar dan Desa Papan Uduk Kecamatan Lembah Bawang. Ia menyatakan bahwa Dinas PUPR menyambut baik fungsi kontrol sosial dari media, namun perlu adanya sudut pandang teknis yang komprehensif mengenai kondisi di lapangan.

 

"Menanggapi pemberitaan di beberapa media daring terkait pelaksanaan proyek SPAM jaringan perpipaan dan sambungan rumah di Desa Gudang Damar dan Desa Papan Uduk, kami merasa perlu menyampaikan klarifikasi resmi. Hal ini demi memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat dan menghindari opini yang tidak berdasar," ujar Martin Pones.

 

Pihak Dinas PUPR mengakui bahwa wilayah Kecamatan Lembah Bawang memiliki karakteristik geografis yang menantang. Hal ini menjadi faktor utama dalam dinamika pelaksanaan proyek di lapangan.

 

Situasi Intake SPAM, dan Pekerjaan Proses Pemasangan Pipa

Medan yang berat di wilayah perbukitan seringkali menghambat mobilisasi material dan proses penanaman pipa, meskipun menghadapi tantangan alam, Dinas PUPR berkomitmen untuk memastikan setiap sambungan rumah (SR) berfungsi sesuai standar teknis agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, dan pihak dinas terus melakukan pengawasan ketat terhadap kontraktor pelaksana guna menjamin kualitas pekerjaan sesuai dengan kontrak yang disepakati.

 

Selain menjelaskan tantangan teknis di lapangan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, juga menggarisbawahi bahwa proyek SPAM di Kecamatan Lembah Bawang ini berada di bawah pengawasan ketat dan prosedur hukum yang sangat disiplin. Mengingat statusnya sebagai proyek vital, Dinas PUPR memastikan tidak ada celah prosedur yang terlewati.

 

Martin menegaskan bahwa setiap tahapan pengadaan barang dan jasa telah dilakukan secara transparan. Ia merinci bahwa proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Daerah (PSD), yang berarti akuntabilitasnya dipantau langsung oleh lembaga negara terkait.

 

“Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang menegaskan bahwa seluruh proses pekerjaan telah dijalankan sesuai prosedur, peraturan, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Terlebih lagi, kegiatan SPAM ini adalah proyek strategis daerah,” tegas Martin.

 

Seluruh progres dan administrasi kegiatan dilaporkan secara berkala dalam sistem Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan melibatkan Inspektorat Kabupaten Bengkayang sejak dini untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan mencegah penyimpangan, kemudian sebagai bagian dari Proyek Strategis Daerah, dinas secara khusus meminta pendampingan dan pengawalan dari Kejaksaan Negeri Bengkayang.

 

“Langkah ini kami ambil untuk memastikan bahwa secara administratif maupun fisik di lapangan, semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada pengawasan dari Inspektorat hingga Kejaksaan yang melekat dalam proyek ini,” tambahnya.

 

Menanggapi keraguan yang beredar di media sosial, Martin Pones juga membeberkan data capaian fisik terkini dari proyek SPAM tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan terakhir, infrastruktur utama dipastikan sudah rampung dan telah masuk dalam tahap operasional.

 

Ia menegaskan bahwa secara teknis, sistem distribusi air sudah berjalan sesuai rencana dan saat ini masyarakat di Desa Gudang Damar serta Desa Papan Uduk sudah mulai merasakan manfaatnya.

 

“Progres fisik per tanggal 19 Desember telah mencapai 100% fungsional. Bangunan intake dan reservoar telah selesai dibuat dan berfungsi optimal. Nanti dokumentasinya akan kami sampaikan secara terbuka. Saat ini, air telah mengalir sampai ke sambungan rumah (SR) warga penerima manfaat,” terang Martin Pones.

 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, Bersama Tim, dan Perangkat Desa Tengah Memastikan Aliran Air Sudah Sampai SR

Selain masalah fisik bangunan, Martin juga mengklarifikasi mengenai sasaran penerima bantuan sambungan rumah. Ia menjelaskan bahwa penetapan warga penerima manfaat tidak dilakukan secara sepihak oleh Dinas PUPR, melainkan melalui proses usulan dari tingkat desa yang sangat ketat.

 

Hal ini dilakukan agar program tersebut tepat sasaran dan menjadi dasar yang kuat dalam pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada pemerintah pusat.

 

“Penerima manfaat ini adalah dasar kami mengusulkan untuk DAK, dan itu diusulkan langsung oleh Kepala Desa secara by name by address. Jadi, data warga yang mendapatkan manfaat itu memang data fix yang kami dapatkan langsung dari Kepala Desa,” tambahnya.

 

Menutup sesi wawancara, Martin Pones secara tegas menepis anggapan bahwa pembangunan intake dan infrastruktur pendukungnya dilakukan secara serampangan atau "asal jadi". Ia memastikan bahwa sebelum dilakukan serah terima hasil pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO), seluruh sistem telah melalui serangkaian pengujian teknis yang ketat sesuai standar teknik sipil.

 

Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa jaringan pipa mampu menahan beban distribusi air dalam jangka panjang dan sesuai dengan spesifikasi perencanaan awal.

 

“Kualitas teknis telah dilakukan uji tekan (pressure test) dan pengetesan teknis lainnya sebelum proses PHO. Jadi, kami melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari kekuatan tekan dan segala macamnya untuk memastikan apakah sudah sesuai dengan perencanaan kita. Bahwasanya tuduhan intake dibuat asal jadi adalah tidak benar,” tegas Martin.

 

Terkait adanya isu mengenai penggunaan material lama di lokasi proyek, Martin memberikan penjelasan teknis untuk meluruskan persepsi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa keberadaan material tersebut bukanlah bagian dari kegagalan proyek baru, melainkan sisa infrastruktur lama yang memang sudah ada di lokasi tersebut sebelumnya.

 

“Memang di area intake itu ada beberapa pipa lama, terutama pipa GIP (Galvanis) kalau tidak salah, yang memang sudah tidak berfungsi dan bukan merupakan bagian dari unit kegiatan kita yang sekarang,” jelasnya, sambil menutup wawancara nya

 

 

Rep. Latip Ibrahim

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update