![]() |
| SPAM Desa Papan Uduk Sukses Mengalir Desa di Rumah Warga |
πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Keberhasilan normalisasi jalur pipa pada proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Papan Uduk Kecamatan Lembah Bawang membawa angin segar bagi masyarakat. Setelah dilakukan perbaikan pada penyumbatan di jalur utama dari intake menuju reservoar warga kini mulai menikmati kemudahan akses air bersih langsung mengalir dengan sukses di rumah masing-masing.
Hal tersebut disaksikan langsung kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkayang, Martin Pones, bersama perwakilan Kejaksaan Negeri, dan Kepala Desa Papan Uduk, Samuel saat melakukan peninjauan dilokasi pada Senin, 29 Desember 2025 kemarin.
Tomi, salah satu warga Desa Papan Uduk, mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui di sela-sela pengecekan Sambungan Rumah (SR) oleh Dinas PUPR dan Kejaksaan Negeri Bengkayang. Menurutnya, perubahan ini sangat signifikan bagi kehidupan sehari-hari keluarganya.
"Begitu ada perbaikan yang terjadi pada penyumbatan pipa, air langsung mengalir lancar dan sudah bisa kami nikmati," ucap Tomi dengan wajah penuh syukur.
Sebelum adanya pembangunan SPAM ini, warga Desa Papan Uduk harus berjuang ekstra untuk mendapatkan air bersih. Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur lama membuat warga sangat bergantung pada sumber air alam yang tidak stabil.
"Sebelumnya kami ambil air di sungai, kadang di air yang mengalir dari pipa yang lama. Kami jauh lebih susah saat status musim kemarau," tambah Tomi menceritakan pengalaman sulitnya di masa lalu.
Kini, dengan terbangunnya 249 Sambungan Rumah di Desa Papan Uduk, kekhawatiran akan kekeringan mulai sirna. Proyek yang sempat terkendala sumbatan sampah dan batu di area intake ini terbukti memberikan hasil yang nyata setelah dilakukan pembersihan teknis.
Tomi mewakili warga lainnya menyatakan kepuasannya terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas PUPR. Baginya, kehadiran air di dalam rumah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan peningkatan kualitas hidup.
"Sekarang ini kami senang air sudah mengalir sampai ke rumah. Dengan pembangunan SPAM ini, hasilnya sangat memuaskan," tutupnya.
Pihak pelaksana dan Dinas PUPR pun mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sekitar area intake agar tidak kembali terjadi penyumbatan oleh sampah atau material alam, sehingga distribusi air tetap lancar dalam jangka panjang.
Sentimen positif tidak hanya datang dari Tomi, namun juga dirasakan oleh warga lainnya. Marta, seorang warga setempat, menyampaikan bahwa kehadiran pembangunan SPAM ini menjadi penyelamat di saat jaringan air lama tidak lagi berfungsi dengan maksimal.
Selama ini, sebagian warga memang masih mengandalkan infrastruktur lama, namun kendala teknis, dan kerusakan yang cukup berat seringkali membuat distribusi air terhenti, berdampak pada kebutuhan air dalam rumah tangga.
"Biasanya kami ambil air dari pipa lama yang dibangun Pamsimas dulu, tapi sekarang juga lagi macet. Syukurlah air dari SPAM ini sudah mengalir, jadi kami sudah merasa sangat terbantu," ungkap Marta saat ditemui di kediamannya.
Kondisi ini menegaskan bahwa pembangunan SPAM oleh Dinas PUPR Bengkayang hadir sebagai solusi krusial bagi warga Desa Papan Uduk. Kehadiran jaringan baru ini tidak hanya sekadar menambah fasilitas, tetapi menjadi tumpuan utama kebutuhan air bersih warga di saat fasilitas sebelumnya mengalami kerusakan.
Rep. Latip Ibrahim


