Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Perkuat Ketahanan Pangan di Perbatasan, Wagub Kalbar dan Bupati Bengkayang Kick-Off Tanam Jagung di Jagoi Babang

Jumat, 08 Mei 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T00:14:46Z

 

Wakil Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang Tanam Jagung di Jagoi Babang Perbatasan Indonesia-Malaysia 


π—•π—˜π—‘π—šπ—žπ—”π—¬π—”π—‘π—š, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲 – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memacu sektor pertanian di wilayah beranda terdepan NKRI. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, didampingi Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, secara resmi membuka acara Gerakan Tanam Jagung Hibrida yang dipusatkan di lahan milik Kelompok Tani Gembul, Desa Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (7/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ini merupakan bagian dari strategi percepatan kedaulatan pangan berbasis komoditas jagung di Kalimantan Barat.


Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan para petani setempat yang tetap konsisten menjaga produktivitas lahan.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Kabupaten Bengkayang ini,” ujar Krisantus mengutip rilis resmi Prokopim Pemda Bengkayang.


Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi di Jagoi Babang memiliki nilai strategis, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sebagai simbol kemandirian pangan di wilayah perbatasan.


Krisantus menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan kelompok tani dalam mengejar target swasembada pangan nasional.


“Gerakan Tanam Jagung ini mencerminkan konsistensi dan keseriusan kita semua dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Ini langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa hingga nasional,” tegas Wagub.


Kabupaten Bengkayang selama ini memang dikenal sebagai salah satu lumbung jagung utama di Kalimantan Barat. Dengan adanya dukungan bibit varietas hibrida, diharapkan dapat optimalisasi lahan Kelompok Tani Gembul untuk mencapai target tonase yang lebih tinggi, Membuka akses pasar yang lebih luas, mengingat jagung merupakan bahan baku utama pakan ternak, dan Menggerakkan roda ekonomi masyarakat di lini terdepan (Jagoi Babang).


Di sela-sela peresmian Gerakan Tanam Jagung Hibrida di Desa Jagoi Babang, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis memaparkan data krusial yang menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung utama ekonomi kabupaten.


Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Bengkayang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sangat bergantung pada produktivitas para petani di lapangan.


Dalam pernyataannya, Sebastianus Darwis mengungkapkan bahwa sektor pertanian memiliki andil yang sangat besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bengkayang.


“Sektor pertanian menyumbang 33 persen terhadap PDRB Bengkayang. Jadi ini bukan isapan jempol semata, melainkan realitas kontribusi nyata dari keringat para petani kita,” ujar Bupati di hadapan Wakil Gubernur Kalbar dan Kelompok Tani Gembul, Kamis (7/5/2026).


Bupati juga membeberkan capaian impresif sektor pertanian pada tahun sebelumnya sebagai acuan optimisme untuk musim tanam 2026. Berdasarkan data tahun 2025, komoditas jagung dan padi menunjukkan angka produksi yang sangat besar. Luas tanam mencapai 24.126 hektar dengan total produksi sebesar 113.006 ton pipilan kering, dan memproduksi sebanyak 65.625 ton Gabah Kering Giling (GKG).


"Data ini menunjukkan bahwa Bengkayang bukan hanya sekadar bertani untuk kebutuhan sendiri, tapi sudah menjadi pemain utama penyuplai kebutuhan pangan, khususnya jagung, di Kalimantan Barat," tambahnya.


Pemilihan Jagoi Babang sebagai lokasi gerakan tanam tahun ini disebut Bupati sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan tidur di wilayah perbatasan. Dengan kontribusi sektor pertanian yang mencapai sepertiga dari ekonomi daerah, penguatan sarana dan prasarana pertanian di perbatasan menjadi prioritas.


Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis dan bantuan bibit unggul agar angka produksi tahun 2026 dapat melampaui capaian tahun 2025.


“Kami ingin memastikan bahwa petani di beranda terdepan ini memiliki daya saing yang kuat, apalagi kita berbatasan langsung dengan Malaysia. Potensi ekspor ke depan harus kita lirik setelah kebutuhan nasional terpenuhi,” pungkas Sebastianus Darwis.



Rep. Latip Ibrahim 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update