πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Pembangunan kawasan Taman Sekayok Damai Raya (SDR) yang terletak di depan Kantor Bupati Satu Atap Bengkayang kini menjadi sorotan positif sebagai simbol baru keharmonisan antar etnis. Melalui serangkaian klarifikasi dan pernyataan dari berbagai pihak, proyek ini ditegaskan sebagai upaya mempererat persatuan di Bumi Sebalo.
Ketua DAD Kecamatan Monterado sekaligus Kepala Benua Garantunkg, Libertus Hansen, S.H., M.Si, mengawali pelurusan informasi terkait isu pembangunan struktur pembangunan rumah Joglo di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukanlah upaya mengesampingkan budaya lokal, melainkan bagian dari estetika inklusivitas.
"Masyarakat perlu memahami ini secara jernih. Taman Sekayok harus menjadi 'rumah bersama' bagi seluruh lapisan masyarakat Bengkayang yang majemuk," ujar Libertus.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Banua Palayo, Iyul, memberikan penegasan dari sisi administratif adat. Ia mengonfirmasi bahwa lokasi pembangunan Rumah Joglo tersebut berada di dalam wilayah Banua Palayo. Meskipun berada di wilayah adatnya, Iyul menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah daerah.
"Kami terbuka terhadap pembangunan. Pengakuan bahwa lokasi ini berada di wilayah Banua Palayo adalah bagian dari penghormatan terhadap identitas dan batas wilayah adat yang harus dijaga bersama," tegas Iyul.
Dukungan juga datang dari Ketua MABJ Kabupaten Bengkayang, Sutrisno. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mengintegrasikan simbol-simbol budaya lintas etnis di ruang publik. Bagi masyarakat Jawa di Bengkayang, hal ini merupakan bentuk penghargaan yang luar biasa.
"Ini adalah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika di tingkat lokal. Kami merasa sangat dihargai, dan ini bukan soal dominasi, melainkan rasa memiliki Kabupaten Bengkayang secara bersama-sama," ungkap Sutrisno.
Menanggapi dinamika yang ada, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, S.E., M.M., menegaskan bahwa Taman Sekayok SDR memang dirancang sebagai miniatur keberagaman di Bengkayang. Selain fungsi estetika dan fasilitas interaksi warga, taman ini adalah pesan visual tentang perdamaian.
Rangkaian pernyataan dari para tokoh adat dan kepala daerah ini mendinginkan suasana dan meluruskan berbagai spekulasi yang sempat berkembang. Taman Sekayok Damai Raya kini dipersiapkan tidak hanya sebagai ikon keindahan kota, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa koordinasi antara pemerintah dan lembaga adat mampu menciptakan pembangunan yang menghormati kearifan lokal sekaligus merayakan kebhinekaan.
Rep. Latip Ibrahim


