Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Pelarian Oknum Guru DPO Kasus Persetubuhan Anak Berakhir di Pontianak, Dinsos Bengkayang Tunggu Permintaan Polisi untuk Trauma Healing

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T16:00:18Z

 

Gambar Ilustrasi dibuat dengan aplikasi AI


π—•π—˜π—‘π—šπ—žπ—”π—¬π—”π—‘π—š, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲 – Sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial terkait status Daftar Pencarian Orang (DPO), pelarian oknum guru berinisial PP alias Andi (28) akhirnya berakhir. Terduga pelaku persetubuhan terhadap seorang remaja yatim berusia 16 tahun di Bengkayang ini berhasil diamankan pihak kepolisian setelah sempat melarikan diri ke Kota Pontianak.


Kerja keras jajaran Polres Bengkayang bersama Tim Resmob Polda Kalbar membuahkan hasil. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan intensif, petugas mendapatkan informasi akurat mengenai keberadaan tersangka. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar secara resmi menyerahkan tersangka kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bengkayang pada Jumat malam (1/5/2026).


“Tersangka kemudian dibawa ke Polres Bengkayang dan telah resmi ditahan pada Sabtu pagi (2/5/2026) pukul 09.00 WIB. Kondisi tersangka dalam keadaan sehat dan proses penahanan berlangsung aman,” ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos., S.I.K., melalui rilis Humas Polres Bengkayang.


Kasus ini menyita perhatian publik lantaran latar belakang tersangka yang merupakan seorang pendidik di salah satu SMA Swasta di Bengkayang. Peristiwa pilu tersebut diduga terjadi pada pertengahan Januari 2026 silam.


"Mengapa tersangka baru bisa diamankan pada bulan Mei, padahal kejadian dilaporkan sejak Januari? Apakah ada kendala koordinasi antarwilayah? Kami juga mendesak penyidik mendalami unsur relasi kuasa, tipu muslihat, atau ancaman, mengingat posisi pelaku sebagai pendidik yang memiliki otoritas moral terhadap remaja," tegas Paulus.


Di balik keberhasilan penangkapan, terdapat fakta memprihatinkan. Hingga berita ini diturunkan, korban yang merupakan anak yatim dilaporkan belum menerima perhatian khusus untuk pemulihan traumanya dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Bengkayang.


Saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (2/5/2026), Kepala Dinsos PPPA Bengkayang, dr. I Made Putra Negara, M.M., menyatakan bahwa laporan kasus tersebut belum terpantau di sistem mereka. "Setelah dicek di dashboard pengaduan Sahabat SIPA, juga belum ada laporan masuk," balasnya melalui pesan WhatsApp.


Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat trauma healing seharusnya dilakukan sedini mungkin sejak kasus terungkap tanpa harus menunggu prosedur administratif yang panjang.


Menanggapi sorotan tajam publik, dr. I Made Putra Negara memberikan penjelasan tambahan mengenai langkah instansinya. Ia menegaskan komitmen untuk terlibat dalam proses pemulihan mental korban, namun menekankan prosedur koordinasi dengan aparat penegak hukum.


Menanggapi sorotan tajam publik, dr. I Made Putra Negara memberikan penjelasan tambahan mengenai langkah instansinya. Ia menegaskan komitmen untuk terlibat dalam proses pemulihan mental korban, namun menekankan prosedur koordinasi dengan aparat penegak hukum.


“Penanganan pemulihan mental akan dilakukan setelah kasusnya selesai. Bila pelaku sudah ditangkap, kasus akan terus bergulir, kami akan ikut melakukan pendampingan atas permintaan kepolisian,” jelas dr. I Made.


Pernyataan ini memicu diskusi mengenai prosedur "jemput bola". Publik mendesak agar Dinsos PPPA tidak hanya menunggu laporan formal di dashboard, mengingat status korban sebagai anak yatim di bawah umur yang memerlukan perlindungan berlapis dan penanganan psikologis segera agar trauma tidak membekas permanen.


Hingga saat ini, pihak redaksi masih berupaya mendapatkan jawaban resmi dari Polres Bengkayang terkait kendala teknis pengejaran DPO yang memakan waktu cukup lama. Penegakan hukum terhadap pelaku adalah keharusan, namun memastikan masa depan dan kesehatan mental korban adalah tanggung jawab moral yang tak kalah penting.


 

Tim bordertv.online

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update