![]() |
| Suasana Warga Desa Dharma Bakti Geruduk Kandang Ayam di Tengah Pemukiman Mereka |
πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² — Suasana Dusun Dungkan, Desa Dharma Bakti, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, mendadak memanas pada Minggu, 9 Agustus 2026. Ratusan warga secara spontan melakukan unjuk rasa besar-besaran di sebuah fasilitas peternakan ayam yang beroperasi tepat di tengah kawasan pemukiman padat penduduk.
Aksi protes ini dipicu oleh kemarahan warga yang sudah berada di ambang batas kesabaran akibat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh operasional kandang ayam tersebut.
Teror Lalat dan Ancaman Kesehatan Warga
Dalam orasinya, perwakilan warga menyampaikan bahwa kehadiran kandang ayam di tengah perkampungan telah merusak kualitas hidup mereka sehari-hari. Masalah utama yang dikeluhkan adalah invasi jutaan lalat yang memenuhi rumah-rumah warga, hinggap di makanan, hingga mengganggu aktivitas istirahat.
Situasi ini tidak hanya sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi telah bertransformasi menjadi krisis kesehatan masyarakat. Warga melaporkan lonjakan kasus penyakit yang menyerang berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Warga banyak yang mengalami sakit, mulai dari demam tinggi, batuk, pilek, hingga diare massal yang diduga kuat bersumber dari penyebaran lalat dan bau tidak sedap dari kandang ini," ujar salah satu warga di lokasi unjuk rasa.
Aksi unjuk rasa hari ini tidak sekadar diisi dengan orasi verbal. Sebagai bentuk protes keras terhadap lambatnya respons pihak terkait atas keluhan yang selama ini disuarakan, warga mengambil langkah tegas berbasis kearifan lokal.
Secara spontan dan sukarela, ratusan warga menggalang dana dengan cara patungan untuk membiayai pelaksanaan ritual adat. Ritual ini digelar langsung di lokasi kandang ayam sebagai simbol sakral penolakan mutlak dan keputusan adat untuk menutup operasional kandang secara permanen.
Bagi masyarakat setempat, ritual adat memiliki kekuatan hukum sosial yang mengikat untuk menjaga keharmonisan alam dan manusia dari unsur-unsur yang membawa malapetaka bagi kampung. Warga menegaskan bahwa kandang ayam tersebut harus segera dikosongkan dan aktivitas usahanya dihentikan demi keselamatan serta kesehatan seluruh warga Dusun Dungkan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau tetap dalam pengawasan ketat, sementara warga masih menunggu langkah nyata dari pihak pengusaha maupun aparat pemerintah setempat untuk merespons tuntutan mutlak penutupan permanen tersebut.
Rep. Latip Ibrahim


