Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Pengelolaan Air PDAM Disorot, Musim Kemarau Jadi Alasan Pelanggan Dapat Air Payau

Senin, 10 Agustus 2026 | Agustus 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T11:29:33Z

 


π—£π—’π—‘π—§π—œπ—”π—‘π—”π—ž, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲 — Persoalan air payau hingga asin yang dialami sejumlah pelanggan saat kemarau panjang kembali disorot, kualitas pengelolaan air bersih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dirasa belum memuaskan.


Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pontianak, Berdi, menilai kemarau tidak boleh terus dijadikan alasan utama. Sebagai badan usaha pelayanan publik, Perumda semestinya memiliki sistem antisipasi dan solusi ketika kualitas air baku mengalami perubahan.


“Jangan hanya menyerahkan persoalan kepada alam. Kalau pelanggan menerima air payau bahkan asin, Perumda harus hadir dengan solusi konkret,” tegas Berdi.


Menurutnya, persoalan ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sumber air baku, sistem pengolahan, hingga kesiapan menghadapi musim kemarau. Jangan sampai pelanggan tetap dituntut membayar penuh, sementara kualitas pelayanan yang diterima justru terganggu.


Keseimbangan hak dan kewajiban. 


Menurutnya, PDAM Kota Pontianak harus menunjukkan tanggung jawab yang sama kuatnya kepada masyarakat. Ketika masyarakat harus memenuhi kewajibannya, maka hak masyarakat juga harus dipenuhi dengan sepadan.


“Jangan hanya tegas saat menagih pelanggan. Ketika pelayanan bermasalah, Perumda juga harus tegas mencari jalan keluarnya,” ujarnya.


Ia meminta Perumda terbuka menjelaskan wilayah terdampak, penyebab perubahan kualitas air, serta langkah konkret yang dilakukan. Air bersih adalah kebutuhan dasar, sehingga persoalan pelayanan tidak cukup hanya dijelaskan, tapi harus diselesaikan.



Rep. Richard

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update