Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Meriahkan HUT RI ke-81, Desa Sebente Bersama Puskesmas, Kecamatan, dan Polsek Teriak Gelar Jalan Sehat hingga Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 28 Agustus 2026 | Agustus 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T09:51:24Z

 

Pelepasan Peserta Jalan Sehat, Dalam Rangka HUT RI ke-81 di Puskesmas Teriak oleh Camat Teriak Thomas Meidyo Putra 

π—•π—˜π—‘π—šπ—žπ—”π—¬π—”π—‘π—š, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲  — Suasana semarak dan penuh kebersamaan tampak terasa di Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang. Pemerintah Desa Sebente berkolaborasi bersama Puskesmas Teriak, Pihak Kecamatan, dan Polsek Teriak sukses menyelenggarakan rangkaian acara meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Jumat, 28 Agustus 2026.


Kegiatan yang dipusatkan di halaman Puskesmas Teriak, Desa Sebente ini diikuti dengan antusias tinggi oleh ratusan warga, baik dari Desa Sebente maupun masyarakat dari wilayah sekitar.


Jalan Sehat Wisata, Rute dimulai (start) dari halaman Puskesmas Teriak, bergerak menuju objek wisata alam Setanga Lestari, dan kembali lagi ke garis finish di halaman puskesmas.


Setibanya kembali di puskesmas, peserta langsung bergabung dalam kegiatan senam sehat bersama yang dilanjutkan dengan pembagian masker gratis.


Warga juga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis serta menantikan undian doorprize berhadiah menarik yang telah disiapkan oleh panitia.


Kepala Desa Sebente, Johanto, mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif yang menjadi sejarah baru bagi wilayahnya.


"Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan kegiatan-kegiatan jalan sehat dan cek kesehatan gratis di Puskesmas Teriak, tentu kesempatan ini sangat luar biasa, karena ini kegiatan perdana di Puskesmas Teriak yang terletak di Desa Sebente, Kecamatan Teriak," ujar Johanto.


Ia juga menambahkan bahwa acara ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektoral demi mempererat kebersamaan warga.


"Kegiatan ini untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Pada kegiatan ini kami berkolaborasi dengan pihak kecamatan, Polsek, dan Puskesmas Teriak. Kami merasa antusias melakukan kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT RI yang melibatkan warga Desa Sebente dan warga sekitar. Harapan kami tidak hanya berhenti tahun ini, tapi kami terus berinovasi kedepannya dan terus berlanjut di setiap tahunnya," tambahnya.


Berkat pengamanan dari jajaran Polsek Teriak serta dukungan penuh dari pihak Kecamatan Teriak dan tenaga medis Puskesmas Teriak, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, and lancar.


Melalui kesuksesan acara perdana ini, kolaborasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan fasilitas kesehatan di Kecamatan Teriak diharapkan dapat terus terjalin erat guna meningkatkan kesehatan serta kebersamaan masyarakat di tahun-tahun mendatang.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Teriak, Stefanus Rinto, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektoral yang terjalin dengan baik dalam menyukseskan acara ini.


"Kami dari Puskesmas Kecamatan Teriak yang bekerjasama dengan pemerintah desa setempat, yaitu Desa Sebente dan Kecamatan Teriak beserta Polsek, bersama-sama kami melaksanakan kegiatan jalan sehat, senam, and cek kesehatan secara gratis, dengan sasaran melibatkan warga setempat," ucap Stefanus Rinto.


Di tengah kemeriahan acara, pihak puskesmas juga mengambil langkah sigap menanggapi kondisi lingkungan terkini. Mengingat wilayah setempat tengah dilanda kabut asap, pembagian masker secara gratis dilakukan langsung kepada warga yang hadir.


"Selain itu kita juga membagikan masker kepada warga yang terdampak kabut asap yang melanda di daerah kita. Data yang kita peroleh akhir-akhir ini adalah penyakit diare dan ISPA, yaitu dampak daripada kabut asap itu sendiri," tambah Stefanus Rinto.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Teriak juga memaparkan data terkait tren kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Berdasarkan catatan pihak puskesmas, beberapa jenis penyakit tercatat mendominasi kunjungan pasien dalam beberapa waktu terakhir.


"Diare Juli tertinggi 41 kasus, ISPA 115, hipertensi (HT), dan Tuberkulosis (TB) masih dominan di wilayah Kecamatan Teriak," ujar Stefanus Rinto.


Melalui kegiatan ini, pihak puskesmas mengimbau masyarakat agar tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.


Selanjutnya, Camat Teriak, Thomas Meidyo Putra, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan jalan sehat, senam bersama, dan cek kesehatan gratis yang diinisiasi oleh Desa Sebente bersama Puskesmas dan Polsek Teriak di tengah situasi lingkungan yang diuji oleh kabut asap.


"Saya sebagai Camat Teriak sangat mengapresiasi kegiatan ini dilakukan karena kita memang masih dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Teriak. Jadi kami sebagai pimpinan di kecamatan selalu berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang baik untuk masyarakat, walaupun di tengah kabut asap kami juga tetap melakukannya agar masyarakat kita sehat dan bugar," ucap Thomas Meidyo Putra.


Menanggapi kondisi kabut asap yang melanda wilayah tersebut, Camat Teriak mengungkapkan bahwa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) telah bergerak cepat jauh-jauh hari untuk melindungi kesehatan warganya.


"Kita juga kemarin sudah melakukan pembagian masker bersama Forkopimcam di wilayah Kecamatan Teriak, di mana di wilayah Kabupaten Bengkayang, kami dari Kecamatan Teriak yang pertama kali melakukan pembagian masker," tambah Thomas Meidyo Putra


Selain fokus pada kesehatan warga dan penanganan dampak kabut asap, pihak kecamatan juga memberikan perhatian serius terhadap akar permasalahan yang terjadi, yakni potensi kebakaran hutan dan lahan.


Camat Teriak mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan bijak dalam mengelola lahan demi keselamatan bersama.


"Terkait dengan kebakaran hutan, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga saat melakukan pembakaran ladang, agar api dapat dikendalikan dan tidak menyebabkan kebakaran hutan," pesannya


Seterusnya, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Teriak turut memberikan dukungan penuh terhadap rangkaian kegiatan kemasyarakatan yang diinisiasi bersama lintas sektor di halaman Puskesmas Teriak.


Kapolsek Teriak, Iptu Kasianus, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan jalan sehat dan pelayanan kesehatan yang melibatkan warga setempat.


"Sehubungan dengan kegiatan ini saya sangat mensupport dan berterima kasih. Kami Forkopimcam menginisiasi kegiatan ini masih dalam rangka memeriahkan HUT RI," ucap Iptu Kasianus.


Menyoroti kondisi lingkungan yang dipengaruhi oleh kabut asap, pihak kepolisian bersama instansi terkait tidak hanya fokus pada pengamanan acara, tetapi juga aktif mengimbau serta membagikan masker kepada masyarakat demi menjaga kesehatan fisik dan pernapasan warga.


"Kita melihat situasi sekarang dengan adanya kabut asap, kita menyarankan bahkan kita membagikan masker kepada warga secara gratis untuk mengantisipasi agar tetap menjaga kesehatan, kebugaran, sehingga situasinya baik," tambahnya.


Terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah antisipatif yang konkret melalui pendirian posko khusus serta imbauan persuasif kepada masyarakat yang membuka lahan.


"Sehubungan dengan Karhutla kami menghimbau, bahwa kami sudah membentuk Posko Bencana dan Karhutla, sehingga kita himbau kepada seluruh warga untuk setidaknya meminimalisir ataupun mengurangi atau bahkan, untuk kebakaran lahan dan hutan supaya dijaga apinya agar kemudian tidak merembet kemana-mana, usahakan titik hotspot-nya berkurang," tegas Iptu Kasianus.


Berkat kerja sama yang solid antara masyarakat dan unsur Forkopimcam dalam mengawasi wilayah, Iptu Kasianus menyampaikan kabar baik mengenai kondisi titik api di Kecamatan Teriak.


"Pada hari ini, titik hotspot Karhutla di Kecamatan Teriak zero atau nol. Puji Tuhan, berkat imbauan dan kerja sama kita dengan Forkopimcam, titik hotspot Karhutla tanggal 28 Agustus 2026 kita zero atau nol," tutupnya.


Rep. Latip Ibrahim 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update