![]() |
| Advokat Fransiskus Kuasa Hukum Kluwi Cafe Pontianak |
π£π’π‘π§πππ‘ππ, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Riak hukum di Kota Khatulistiwa kembali memanas. Fransiskus dan Bambang Sudiono dari kantor Advokat Frans Samagattutu dan Rekan selaku Kuasa Hukum Pemilik Kafe Kluwi yang terletak di Jalan Sultan Abdurrahman, menyatakan kesiapannya menghadapi laporan polisi yang dilayangkan oleh CEO Fakta Kalbar, Andi Wardayanto (Andi Way/AW).
Perseteruan ini merupakan babak baru dari pusaran kasus dugaan pemerasan yang sebelumnya dilaporkan oleh pengusaha berinisial AS terhadap AW. Kini, keadaan berbalik saat AW melaporkan sejumlah pihak, termasuk pemilik Kafe Kluwi, dengan tudingan penyebaran data pribadi melalui rekaman CCTV kafe miliknya.
Menanggapi hal tersebut, Fransiskus yang akrab disapa Frans menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil pihak lawan adalah tindakan yang tidak berdasar, Ia menyatakan dengan tegas bahwa Kliennya tidak pernah mengunggah atau menyebarkan rekaman tersebut ke platform media sosial mana pun.
"Klien kami hanya memberikan video CCTV tersebut atas permintaan AS yang memang dia berada didalam video tersebut," ungkap Fransiskus saat ditemui di Pontianak. Jum'at (8/5/2026)
Fransiskus memandang laporan dari pihak AW sebagai hal yang lumrah dalam dinamika hukum. Namun, ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mencari keadilan.
"Setiap individu yang memiliki kepentingan hukum terhadap rekaman CCTV berhak memperolehnya. Hal ini selaras dengan pertimbangan putusan kasasi Mahkamah Agung Nomor 31 K/PID.SUS/2017," jelas Fransiskus.
Ia menambahkan bahwa akar masalah ini bermula dari laporan AS terkait dugaan pemerasan senilai Rp7 miliar. Dalam konteks pembuktian perkara, pemberian rekaman CCTV adalah langkah yang sah secara hukum.
"Siapa pun berhak meminta rekaman CCTV untuk kepentingan hukum dari tingkat penyelidikan hingga pembuktian di pengadilan," tutup Fransiskus dengan optimis.
Kini, publik menanti kelanjutan proses hukum ini, di mana sebuah rekaman kamera pengawas menjadi kunci di balik tabir perselisihan yang menyita perhatian masyarakat Kalimantan Barat tersebut.
Rep. (Richard)


