Notification

×

Iklan Tampilan Dekstop

Iklan Tampilan HP

Warga Kaubun Keluhkan Air Baku PDAM Keruh, Diduga Tercemar Limbah Tambang

Rabu, 15 April 2026 | April 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-15T13:52:05Z

 

Kondisi Air di Desa Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur 


π—žπ—¨π—§π—”π—œ π—§π—œπ— π—¨π—₯, π—―π—Όπ—Ώπ—±π—²π—Ώπ˜π˜ƒ.𝗼𝗻𝗹𝗢𝗻𝗲 – Kualitas air Sungai PDAM di Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, kondisi air yang menjadi sumber utama kebutuhan warga tersebut berubah menjadi keruh pekat dan dinilai tidak lagi layak konsumsi.


Kondisi ini diduga kuat merupakan dampak dari aktivitas pertambangan batu bara dan erosi lahan di wilayah hulu sungai yang dikelola oleh sejumlah perusahaan besar di kawasan tersebut.


Salah satu warga setempat, Paulus Jama, menjelaskan bahwa sumber air yang mengalir ke instalasi PDAM Desa Bumi Etam berasal dari Sungai Senimbung. Jalur air tersebut melintasi beberapa wilayah operasional perusahaan tambang, di antaranya adalah PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, dan PT Telen di area Desa Bukit Permata.


"Air sungai PDAM ini mengalir langsung dari area tambang batu bara. Sekarang kondisinya sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Paulus saat memberikan keterangan kepada media.


Paulus mengenang masa di mana air sungai tersebut masih jernih dan menjadi tumpuan warga. Namun kini, ia menunjukkan langsung kondisi air di sekitar instalasi PDAM yang telah berubah warna menjadi cokelat tua dan berlumpur.


Ketakutan warga akan dampak kesehatan membuat mereka terpaksa mencari alternatif air bersih lain yang lebih mahal atau mengandalkan air hujan.


Mewakili warga Desa Bumi Etam, Paulus mendesak pemerintah pusat maupun daerah, instansi lingkungan hidup, serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.


"Kami minta pemerintah dan aparat turun langsung melihat kondisi nyata di lapangan. Harus ada pemeriksaan untuk memastikan penyebab pencemaran dan tindakan tegas bagi pihak yang bertanggung jawab," tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan yang disebutkan namanya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran aliran sungai tersebut.


Informasi Redaksi:

Penulis: Usupriyadi & Tim

Narasumber: Paulus Jama (Warga Desa Bumi Etam)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update