![]() |
| Ilustrasi Gambar AI saat Korban di Evakuasi |
πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Warga di sekitar kawasan Taman Kota Sebalo, Jalan Raya Bengkayang–Sanggau Ledo, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang terkapar bersimbah darah pada Senin subuh (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama Nanang Supriatna (47), seorang aparatur yang bertugas sebagai Staf di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Bengkayang. Korban ditemukan tewas dengan luka parah di bagian kepala di tengah jalan raya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas kebersihan di lokasi kejadian, pihak kepolisian sempat meminta keterangan dari warga sekitar yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Dari keterangan tersebut, insiden maut ini diduga kuat berawal dari sebuah konflik atau adu mulut antara korban dan para pelaku.
"Polisi waktu itu ada nanya ke warga sekitar. Menurut info, ada konflik adu mulut antara korban dan pelaku pertama yang memukul kepala si korban pakai batu, lalu ada pelaku kedua pakai motor dari arah pasar menuju arah Sanggau Ledo melindas tubuh korban yang lagi terkapar di jalan raya," ungkap salah satu petugas kebersihan di lokasi.
Aparat kepolisian dari Polres Bengkayang yang menerima laporan warga langsung mendatangkan tim Inafis ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan dari sejumlah saksi mata.
Petugas kebersihan tersebut menyampaikan secara langsung apa yang didengarnya saat polisi menginterogasi saksi mata di lokasi
"Pelaku pertama setelah memukul si korban melarikan diri. Sedangkan pelaku kedua yang menabrak melindas tubuh korban berhasil polisi amankan di tempat kejadian sekitar 30 meter dari TKP," tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Bengkayang, AKP Sunarly, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak langsung percaya begitu saja pada informasi awal yang dihimpun di lapangan. Seluruh keterangan saksi mata kini sedang dicocokkan dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
"Keterangan saksi mengatakan seperti itu bang, tapi kami olah TKP dan cari CCTV," ujar AKP Sunarly saat memberikan konfirmasi via WhatsApp.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen kepolisian untuk mengungkap insiden maut di depan Taman Kota Sebalo ini secara transparan, profesional, dan berimbang.
Tim penyidik gabungan Satlantas dan Satreskrim Polres Bengkayang saat ini tengah memeriksa rekaman CCTV dari sejumlah titik di sepanjang jalur Bengkayang menuju Sanggau Ledo untuk memastikan runtutan peristiwa yang sebenarnya, sekaligus melengkapi berkas penyelidikan terhadap pelaku yang telah diamankan maupun yang masih dalam pengejaran.
Rep. Latip Ibrahim


