πππ‘ππππ¬ππ‘π, π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π² – Para pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Bengkayang - Singkawang, tepatnya di ruas Jalan Bambang Ismoyo, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebuah pohon kayu berukuran besar terpantau dalam kondisi mati dan kering, sehingga berisiko tumbang sewaktu-waktu ke arah badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pohon tersebut berdiri tepat di tepi jalan raya yang padat lalu lintas. Seluruh daunnya telah gugur, dan batang serta dahan-dahannya terlihat mulai rapuh. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama saat memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang.
Menanggapi ancaman pohon mati di ruas Jalan Bambang Ismoyo arah Bengkayang-Singkawang, sejumlah elemen masyarakat mulai menyuarakan pentingnya manajemen vegetasi jalan yang lebih profesional. Selain mendesak penebangan segera, warga menekankan bahwa pemilihan jenis tanaman pengganti menjadi kunci keselamatan jangka panjang.
Salah seorang pemuda peduli Bengkayang yang enggan disebutkan namanya, memberikan pandangan kritis terkait estetika dan keamanan jalur utama tersebut. Menurutnya, penanaman pohon di pinggir jalan tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa melihat karakteristik jalannya.
"Untuk memastikan keselamatan dan estetika jalan, pemilihan vegetasi harus disesuaikan dengan fungsi jalan. Apakah informasi ini berkaitan dengan tanaman perumahan, jalan arteri, atau tikungan tajam? Saya bisa memberikan rekomendasi jenis tanaman yang lebih spesifik jika mengetahui fungsi jalan tersebut," ucapnya saat diwawancarai, Senin (30/3).
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang menyatakan telah mengambil langkah-langkah strategis. Meski desakan untuk penebangan menguat, terdapat kendala teknis di lapangan yang memerlukan penanganan khusus.
Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Bertha, menjelaskan bahwa posisi pohon mati tersebut sangat berisiko karena berada dekat dengan infrastruktur vital. Penebangan tidak bisa dilakukan secara serampangan karena batang pohon bersinggungan langsung dengan kabel-kabel aktif.
"Ini sudah dikoordinasikan dengan beberapa pihak karena rawan terkena listrik dan tali Telkom. Kami tidak bisa eksekusi sendiri karena kalau kami eksekusi sendiri apabila terkena kabel listrik sangat berbahaya," ucap Dwi Bertha saat memberikan keterangan terkait prosedur keselamatan kerja.
Kerja sama lintas sektoral menjadi syarat mutlak dalam proses eksekusi ini. BPBD memerlukan kehadiran tim teknis dari PLN untuk memutus aliran listrik sementara atau mengamankan kabel saat pemangkasan berlangsung. Begitu pula dengan pihak Telkom guna memastikan jaringan komunikasi tidak terputus akibat tertimpa dahan.
Pihak BPBD meminta masyarakat dan pengguna jalan untuk bersabar selama proses koordinasi ini berlangsung. Langkah hati-hati ini diambil guna menghindari insiden yang lebih besar, seperti hubungan arus pendek (korsleting) yang dapat membahayakan petugas maupun pemukiman sekitar.
Selanjutnya, warga diingatkan untuk tetap waspada dan tidak berteduh di bawah pohon tersebut saat hujan deras atau angin kencang, hingga proses pembersihan selesai dilakukan oleh tim gabungan.
Rep. Latip Ibrahim


