![]() |
| Bapenda Tinjau Lokasi Pajak MBLB dan TKA di Segonde Desa Pisak dan Laek Desa Bengkilu Kecamatan Tujuh Belas |
πππ‘ππππ¬ππ‘π,
π―πΌπΏπ±π²πΏππ.πΌπ»πΉπΆπ»π²
– Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus bergerak aktif memastikan seluruh
potensi daerah terkelola dengan optimal demi mendukung jalannya pembangunan
nasional. Langkah nyata ditunjukkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
bersama Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten
Bengkayang dengan meninjau langsung lapangan pada Selasa (26/5/2026).
Sinergi antardinas ini berfokus pada pemantauan potensi
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta pengawasan pajak pekerja
asing pada dua unit fasilitas penggilingan batu (stone crusher) milik PT
Antapura, dan pekerjaan proyek pembangunan PLTMH
Langkah proaktif ini diambil untuk mengawal pasokan material
bagi Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro (PLTMH) yang berlokasi di Dusun Segonde (Desa Pisak) dan Dusun Laek
(Desa Bengkilu), Kecamatan Tujuh Belas.
Kehadiran jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang di
lokasi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung investasi strategis sekaligus
memastikan hak-hak daerah terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Fasilitas
stone crusher milik PT Antapura memegang peran penting dalam menyuplai material
utama demi percepatan proyek energi terbarukan PLTMH tersebut.
Kepala Bapenda Kabupaten Bengkayang, Yohanes Atet,
menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian penuh terhadap
aktivitas hilirisasi dan pemanfaatan material galian c di wilayah Kecamatan
Tujuh Belas
"Hari ini kita temukan 2 unit penggilingan batu,
pertama di Dusun Segonde Desa Pisak, dan Dusun Laek Desa Bengkilu, ada proyek
pembangunan PLTMH, dan ini sektor MBLB-nya menjadi perhatian pemerintah daerah
dan pajak MBLB daerah," ujar Yohanes Atet saat diwawancarai langsung di
lokasi peninjauan
Selain mengamankan sektor pajak material (MBLB),
keterlibatan Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten
Bengkayang dalam peninjauan ini juga menjadi bukti hadirnya fungsi pengawasan
negara terhadap ketenagakerjaan. Pemeriksaan terhadap kepatuhan pajak pekerja
asing dilakukan secara humanis dan profesional guna memastikan iklim investasi
di Bengkayang tetap kondusif, tertib administrasi, serta memberikan dampak
positif bagi sirkulasi ekonomi lokal.
Melalui peninjauan lapangan yang transparan dan akuntabel
ini, Pemkab Bengkayang membuktikan komitmennya sebagai mitra strategis yang
siap mengawal kesuksesan Proyek Strategis Nasional. Upaya ini diharapkan dapat
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang nantinya akan dialokasikan
kembali untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di
Kabupaten Bengkayang.
Untuk mencapai akurasi data tersebut, Pemkab Bengkayang kini
tengah membangun komunikasi intensif dengan pihak manajemen perusahaan serta
melibatkan langsung aparatur pemerintah desa setempat. Kolaborasi ini dinilai
krusial agar tidak ada ketimpangan antara data di lapangan dengan laporan
administratif.
Kepala Bapenda Kabupaten Bengkayang, Yohanes Atet,
menjelaskan bahwa proses pengumpulan data di lapangan saat ini sedang berjalan
secara simultan.
"Terkait potensi kita masih mengumpulkan data valid
dari manajemen dan juga dari kepala Desa, kalau sekilas yang kita lihat di
lapangan ini potensinya lumayan tinggi," tambah Yohanes Atet menegaskan
komitmen jajarannya.
Guna menghindari tumpang tindih informasi dan memastikan
kepatuhan regulasi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kini sedang melakukan
koordinasi intensif dengan dinas teknis terkait. Langkah ini merupakan
perwujudan dari tata kelola pemerintahan yang kompak dan terintegrasi (good
governance).
Kepala Bapenda Kabupaten Bengkayang, Yohanes Atet,
menjelaskan bahwa pihaknya memprioritaskan validitas data sebelum mengambil
langkah penarikan pajak lebih lanjut.
"Dan potensi lainnya ada pajak tenaga kerja asing yang
bekerja di wilayah ini, dan kita juga menunggu data valid dari bidang
ketenagakerjaan, Dinas Koperasi UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten
Bengkayang," imbuh Yohanes Atet di lokasi peninjauan.
Rep. Latip Ibrahim


